Sabtu, 12 Desember 2009

Usaha dgn Modal kecil Cetak E-mail

Jika ingin memiliki usaha, baik kecil maupun besar, kita harus memiliki suatu gagasan mengenai bisnis apa yang akan digarap. Dari mana gagasan usaha itu muncul? Gagasan bisnis akan lebih mudah kita dapat apabila kita peka dan peduli terhadap diri kita sendiri, keluarga, teman, dan lingkungan masyarakat sekitar (mulai setingkat RT hingga nasional, bahkan internasional).
Peduli kepada diri sendiri adalah bagaimana kita mengenali kemampuan, minat, bakat, dan lain sebagainya. Banyak wiraswastawan yang berhasil karena dia dapat memanfaatkan kemampuan/minat/bakat yang dimilikinya sendiri dikombinasikan dengan kejelian melihat peluang pasar.

Bagaimana seorang Purdi E. Chandra (pemilik Lembaga Pendidikan Primagama) memulai usaha? Beliau beranjak dari kemampuan diri sendiri, yakni mengajar dan dikombinasikan dengan kejelian melihat pasar atau peluang dengan banyaknya siswa SMA yang ingin lulus tes masuk ke perguruan tinggi negeri. Ia pun mendirikan bimbingan belajar. Apakah dengan kemampuan dan adanya potensi pasar, Purdi E. Chandra dapat menjaring banyak siswa pada awalnya? Ternyata tidak. Mengapa? Karena masyarakat atau pasar belum yakin dan belum melihat apakah ia benar dapat membimbing siswa sehingga dapat lolos tes ke perguruan tinggi negeri? Apa yang dilakukannya? Pada awalnya ia melakukan promosi dengan menggratiskan biaya kursus bagi siswa pada saat bisnis tersebut mulai dijalankan. Setelah terbukti dan masyarakat yakin, mulailah bimbingan belajar tersebut berkembang dengan pesat, bahkan ia sekarang memiliki banyak jenis usaha dari hasil bisnis bimbingan belajar tersebut.

Ada lagi contoh seorang pengusaha sampah di Bandung yang sukses dan berhasil mengembangkan usaha daur ulang sampah. Bahkan, kini beliau memiliki beberapa jenis usaha di antaranya menjadi pengembang perumahan. Dari mana ide bisnisnya berasal? Banyak sampah berserakan, dan ia melihat banyak jenis sampah yang dapat didaur ulang seperti plastik menjadi bijih plastik, dsb. Bayangkan, sampah dapat dikelola menjadi sebuah bisnis besar! Dari mana ide bisnisnya? Dari melihat lingkungan sekitar! Bila saat ini kita tidak memiliki gagasan, kurang mampu mengamati lingkungan sekitar, cobalah untuk mencari teman atau kenalan baru sebanyak-banyaknya. Salah satu caranya, bacalah iklan peluang usaha di koran/surat khabar. Amati iklan-iklannya, terutama iklan mininya setiap hari. Banyak yang menawarkan peluang usaha atau produk-produk yang dijual yang sesungguhnya kita memiliki peluang untuk ikut memasarkan produk tersebut. Bila kita jeli, mungkin dapat membuat produk serupa dengan kemampuan yang kita miliki dengan harga dan kualitas lebih baik. Hubungi orang tersebut, mintalah penjelasan selengkap-lengkapnya agar kita dapat memasarkan produk tersebut. Namun hati-hati! Karena banyak praktik money game atau bahkan penipuan. Kunci untuk menghindari penipuan adalah jangan ikut ke dalam bisnis yang mengharuskan kita menyetorkan uang terlebih dahulu, sebelum kita mencoba atau mendapatkan manfaatnya. Cobalah untuk meminta ikut memasarkan produk tersebut terlebih dahulu secara freelance, kemudian setelah yakin kita mampu menjual, bolehlah membeli produk tersebut untuk persediaan.

Jadi kunci memulai usaha adalah gagasan bisnis! Mewujudkan gagasan bisnis Setelah mendapatkan gagasan bisnis dan sebelum memulai bisnis, lakukan langkah sebagai berikut:
LAKUKAN PENGAMATAN DAN PENDALAMAN MENGENAI SELUK-BELUK BISNIS TERSEBUT.

Sebelum mewujudkan gagasan bisnis, pelajari seluk-beluk bisnis tersebut, baik atau tidak? Bagaimana proses produksinya secara efisien? Dari mana kita membeli bahan bakunya? Siapa calon konsumen atau karakteristik pelanggan? Di mana kita akan memasarkan dan menjualnya? Bagaimana pola pemasaran dan penjualannya? Cara terbaik adalah mengamati pengusaha sukses yang bergerak di bidang yang sama. Bila bisnis kita benar-benar baru, paling tidak pelajari bagaimana para pengusaha yang sukses menjalankan bisnis mereka. Terakhir, kenali juga risikonya. Siapkah mental kita dengan risiko tersebut? Salah satu ciri calon pengusaha sukses adalah berani mengambil risiko sepanjang risiko itu sudah diperhitungkan. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha.
LAKUKAN UJI COBA DENGAN CARA TES PASAR

Manfaat uji coba pasar adalah untuk mendapatkan umpan balik terhadap calon konsumen mengenai produk yang kita tawarkan. Misalnya kita membuat kue, sebelum dijual cobalah berikan secara gratis kepada tetangga dan lingkungan sekitar. Tentunya dalam jumlah yang terbatas yang sesuai dengan kemampuan kita. Mintalah pendapat dari tetangga atau lingkungan sekitar mengenai produk yang kita buat tersebut, enakkah, kurang manis atau bentuknya kurang menarik? Jadikan kritikan dan saran sebagai masukan berharga untuk melakukan perbaikan sedikit demi sedikit, sehingga produk kita benar-benar siap diluncurkan dengan skala yang lebih besar.
SUSUNLAH RENCANA USAHA.

Perencanaan ini bisa mencakup antara lain penetapan nama produk, packaging produk, proses produksi, jalur distribusi yang dipilih, modal tambahan yang diperlukan, orang-orang yang akan diajak bekerja sama, baik sebagai penanam modal, pegawai, ataupun penyalur produk. Juga pikirkan strategi pemasaran yang akan dijalankan misalnya dengan selebaran, brosur, katalog, melalui website, mailling list, atau iklan di media, organisasi sosial, dsb. Umumnya, dalam usaha kecil, lokasi usaha atau tempat pemasaran/outlet yang strategis menjadi salah satu kunci sukses usaha. Perlu kejelian dan keberanian tersendiri bagaimana mendapatkan tempat pemasaran yang strategis dengan modal terbatas. Cara paling mudah adalah bekerja sama dengan pemilik tempat melalui sistem bagi hasil atau bagi keuntungan.
MULAILAH SAAT INI.

Sebuah gagasan bisnis akan tetap menjadi sebuah gagasan jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Dengan memulainya, kita bisa mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga yang bisa digunakan memperbaiki usaha secara sistematis. Jika mental telah siap, mulailah dari saat ini walau mungkin kita masih memiliki beberapa keterbatasan dan kendala yang ada.
HADAPI DAN ATASI HAMBATAN ATAU KEGAGALAN.

Berdasarkan pengalaman, mungkin tidak ada seorang pun wiraswasta yang berhasil tidak mengalami hambatan atau bahkan kegagalan dalam perjalanan bisnis mereka. Sebaiknya kita memiliki sikap positif, apa yang terjadi adalah yang terbaik buat kita. Mengapa? Karena, itu adalah janji Tuhan. Hambatan dan kegagalan merupakan sebuah pelajaran yang harus kita ambil hikmahnya. Tanpa kita sadari itu akan menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita dalam berwirausaha. Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko dan bila itu sampai terjadi, bersiaplah, dan hadapilah dengan kepala dingin.
JENIS USAHA

Jenis usaha yang cocok bagi pemodal kecil atau bahkan tanpa modal adalah:
Memasarkan produk atau jasa orang lain. Sebaiknya produk atau jasa yang banyak dibutuhkan orang atau produk spesifik yang langka namun sesungguhnya terdapat pasar yang cukup luas.

Bisnis makanan dan minuman seperti kue, roti, es juice, bakso, mi ayam, dan lain sebagainya bisa dicoba.
Bisnis kerajinan seperti barang suvenir, pernik-pernik kebutuhan rumah tangga, dan lain-lain

Jasa seperti potong rambut, usaha jahit, obras, konsultan, pengurusan surat-surat.
Jangan berkecil hati jika memulai bisnis dengan modal kecil atau bahkan tanpa modal. Selalu ada jalan lain menuju Roma, begitu kata sebuah pepatah. Sepanjang kita mau berusaha, dengan izin Tuhan, yakinlah bahwa usaha kita akan menjadi kenyataan.

sumber : http://dcparfum.com/kiat-memulai-usaha-dengan-modal-kecil.html
Penyebab Utama Kegagalan dalam Bisnis
Berdasarkan penelitian, 60% dari semua bisnis baru tidak mencapai usia 6 tahun (Business; Griffin & Ebert). Berikut beberapa hal yang mempengaruhi.

1. Kurang kemampuan manajerial atau pengalaman.
Kebanyakan bisnis dimulai oleh orang-orang yang tidak memiliki pengalaman. Banyak orang berpendapat bahwa manajemen adalah “hal umum”, padahal bila para pengusaha tidak tahu bagaimana mengambil keputusan bisnis, kemungkinan besar dalam jangka panjang mereka akan gagal.

2. Lalai. Setelah pembukaan, biasanya para enterprener mundur dan tidak fokus pada bisnisnya. Memulai suatu bisnis membutuhkan suatu komitmen waktu dan kerja keras yang sungguh-sungguh.

3. Kurang kontrol. Sistem kontrol membantu para pengusaha memonitor biaya, tingkat produksi, dll. Bila sistem kontrol tidak menunjukkan kontrol pada tingkat awal, mk para pengusaha akan kesulitan menghadapi masalah besar berikutnya .

4. Modal yang tidak cukup. Suatu bisnis harus memiliki cukup modal untuk dapat bertahan tanpa pemasukan selama 6 bulan. Pemilik bisnis baru hampir pasti akan gagal bila mereka berharap dapat membayar semua tagihan di bulan kedua dengan mengandalkan kuntungan di bulan pertama.

Kamis, 19 November 2009

TEORI ETIKA

Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya.

Teori Etika

Ada 2 (dua) macam teori etika yaitu :

1. Etika Teologi yaitu etika yang mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang hendak dicapai dengan tindkan itu, atau berdsarkan akibatnya yang ditimbulkan atas tindakan yang dilakukan. Suatu tindakan dinilai baik, jika bertujuan mencapai sesuatu yang baik,atau akibat yang ditimbulkannya baik dan bermanfaat. Misalnya : mencuri sebagai etika teleology tidak dinilai baik atau buruk. berdasarkan tindakan itu sendiri, melainkan oleh tujuandan akibat dari tindakan itu. JIka tujuannya baik, maka tindkan itu dinilai baik. Contoh seorang anak mencuri untuk membiayai berobat ibunya yang sedang sakit, tindakan ini baik untuk moral kemanusian tetapi dari aspek hukum jelas tindakan ini melanggar hukum. Sehingga etika teologi lebih bersifat situasional, karena tujuan dan akibatnya suatu tindakan bisa sangat bergantung pada situasi khusus tertentu. Karena itu setiap norma dan kewajiban moral tidak bisa berlaku begitu saja dalam situasi sebagaimana dimaksudkan.

Filosofinya;

a. Egoism à perilku yang dapat diterima tergantung pada konsekwensinya. Memaksimalkan kepentingan kita terkait erat dengan akibat yang kita terima.

b. Utilitarianism à semakin tinggi kegunaannya maka semakin tinggi nilainya.

2. Teori Deontologi yaitu : berasal dari bahasa Yunani , “ Deon “ berarti tugas dan logos berarti pengetahhuan. Sehingga Etika Deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibatnya atau tujuan baik dari tindakanyang dilakukan, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada diri sendiri. Dengan kata lainnya, bahwa tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindkan itu. Contoh : jika seseorang diberi tugas dan melaksanakanny sesuai dengan tugas maka itu dianggap benar, sedang dikatakan salah jika tidak melaksanakan tugas.

Deontologi difokuskan pada hak individu.

Tiga tahap menilai etika itu benar apa tidak;

1) Apakah menguntungkan.

2) Apakah orang respek dengan tindakan kita.

3) Apakah manfaatnya terdistribusikan secara benar/adil.

Apakah kegiatan Bisnis : Sebuah Profesi Etis ?

Apakah bisnis merupakan sebuah profesi ? Profesi seperti apakah itu ? Apakah sebuah profesi yang etis ? atau sebuah profesi yang tidak baik ? Apakah bisnis harus dengan menipu ? Bisnis tidak sepenuhnya merupakan sebuah profesi yang kurang baik, sebagaimna yang mungkin dianggap oleh kebanyakan orang. Justru sebaliknya bisnis dapat menjadi sebuah profesi yang etis dan baik secra moral.

Bisnis dapat menjadi profesi yang etis, sejauh dan asalakan ditunjang oleh sitem politik ekonomi yang mengenal aturan yang jelas dan fair, disertai dengan kepastian keberlakuan aturan itu, bisnis dapat berkembang secara optimal menjadi sebuah profesi yang etis. Hal ini berarti, yang dibutuhkan untuk menegakkan bisnis sebuah profesi yang etis adalah prinsip-prinsip etis untuk berbisnis yang baik, tetapi juga sebuah kerangka legal politis yang kondusif untuk bisnis yang baik. Perangkat legal politis ini terdiri dari aturan hukum yang mengatur kegiatan bisnis semua pihak secara Fair dan baik disertai dengan sebuah sistem pemerintahan yang adil dan efektif dlam meneggakkan aturan bisnis yang fair tadi. Tanpa itu bisnis hanyakan menjadi sebuat profesi yang tidak baik / kotor , penuh tipu daya, penuh intrik, kecurangan dan sebagainya.

Social Responsibility

Keinginan perusahaan untuk memaksimalkan dampak-dampak positif dan meminimalkan dampak dampak negatif untuk perusahaan.

CSR dan Corporate Responsiveness di definisikan sebagai suatu komitmen yang berkelanjutan oleh para pembisnis untuk berperilaku etis dan memberi kontribusi pada pengembangan ekonomi, bahkan meningkatkan kualitas hidup bagi tenaga kerja dan keluarganya sebagaimana hal nya pada komunitas lokal dan masyarakat secara lebih luas. 4 tanggungjawab dalam perusahaan yang harus dilakukan, yaitu tanggungjawab secara ekonomi (economic), legal, etik, dan bebas untuk menentukan (discretionary) pada masyarakat.

CSR dan Corporate Responsiveness ini sudah banyak diterapkan di indonesia, contohnya banyak sekarang ini perusahaan-perusahaan rokok yang memberi beasiswa ke masyarakat dan juga memberi mendanai kompetisi-kompetisi olah raga.

CSR dan Corporate Responsiveness ini sebenarnya merupakan cara bagi perusahaan untuk mengurangi dampak negatif dari perusahaan dan juga manfaatnya akan kembali kepada perusahaan, yaitu perusahaan akan bisa bertahan dalam lingkungannya dan juga menjadi bisa diterima masyarakat.

Dilihat dari sosial perusahaantanggung jawab

Pemegang saham memandang;

Ø Satu-satunya tanggung jawab sosial bisnis adalah untuk menciptakan kekayaan pemegang saham.

Ø Manajemen Perusahaan tidak dapat memutuskan apa yang ada pada kepentingan sosial.

Ø Biaya tanggung jawab sosial yang tidak meningkatkan nilai, akan disampaikan ke konsumen.

Berbagai stakeholder memandang;

Ø Semua pelanggan dan karyawan diperlakukan dengan bermartabat.

Ø Hubungan dengan pemasok harus berdasarkan saling percaya.

Ø Percaya pada kompetisi ekonomi yang adil.

Ø Bisnis dapat memberikan kontribusi sosial dan menghormati hak asasi manusia.

Tujuan dari kepemilikan saham

  1. Tujuan Ekonomi. Terpenting adalah tujuan menerima ekonomi atau mendapatkan kembali atas investasi.
  2. Tujuan Sosial .Sejumlah reksa dana dan dana pensiun sosial pengamatan sosial untuk memilih perusahaan di mana mereka berinvestasi.
  3. Tujuan Campuran .Banyak investor yang tertarik menerima kembali tetapi juga ingin berinvestasi di perusahaan yang bertanggung jawab sosial.
  4. Kontrol Perusahaan .Beberapa investor ingin kontrol untuk tujuan meningkatkan efisiensi dengan memotong biaya dan menerapkan strategi baru, menggabungkan dengan usaha yang lain, atau penjualan aset kepada pembeli yang akan membayar lebih untuk bagian-bagian dari seluruh perusahaan.

Utama Hukum Hak-Hak Pemegang Saham

  1. Untuk menerima dividen, jika dinyatakan.
  2. Untuk memberikan suara

1. pada Anggota dewan direksi

2. Merger dan akuisisi

3. Piagam dan perubahan anggaran rumah tangga

4. Proposal oleh pemegang saham.

  1. Untuk menerima laporan tahunan pada kondisi keuangan perusahaan.
  2. Untuk mengajak Para pemegang saham bekerjasama dalam perusahaan
  3. Untuk menjual saham mereka kepada orang lain.

Tujuan ekonomi dari undang-undang antitrust;

1) Agar tidak terjadi monopoli.

2) Perlindungan dan pelestarian kompetisi.

3) Untuk melindungi konsumen kesejahteraan oleh melarang tipu dan praktek bisnis yang tidak adil.

4) Untuk melindungi kecil, independen usaha kecil dari tekanan ekonomi perusahaan besar.

Monopoli:

merupakan dominasi sebuah industri atau pasar oleh satu atau beberapa besar perusahaan selalu melanggar undang-undang antitrust?

keburujannya bahwa ekonomi konsentrasi efektif dapat mengeliminasi kompetisi harga, mengurangi pilihan konsumen, inhibits inovasi, dan keuntungan terlalu berkonsentrasi dalam beberapa tangan. Lain menyatakan sebaliknya adalah benar.

Inovasi:

Fokus pada kebijakan antitrust.

Dalam perekonomian saat ini, regulator telah dipromosikan persaingan semakin untuk mendorong inovasi teknologi. Dengan demikian, tindakan ini adalah untuk memacu inovasi dalam banyak kasus.

Perubahan Teknologi : Kebutuhan untuk tetap di depan kemajuan bioteknologi.

Perubahan dalam peraturan lingkungan: Telekomunikasi deregulasi menyebabkan sebuah gelombang merger antara jarak jauh perusahaan telepon, kabel operator, dan regional carrier. Merger juga mengakibatkan antisipasi dari peraturan perubahan dalam industri perawatan kesehatan. Banyak perusahaan jasa keuangan digabung.

Globalisasi: Banyak perusahaan yang sulit untuk bersaing di dunia tahap sebagai akibat dari globalisasi dan selanjutnya digabung.

HUBUNGAN ETIKA BISNIS DAN ETIKA PROFESI

Etika Dalam Auditing

  1. Kepercayaan publik.
  2. Tanggungjawab auditor
  3. Independesi
  4. Objektivitas
  5. Taat asas
  6. Kompetensi

sumber : http://www.scribd.com/doc/19251843/etika-bisnis